Adventura, Fiksyen
Leave a Comment

Di Matanya Hujan

Itulah pertama kali seumur hidup, sewaktu malam kami berdua dia mengatakan hasratnya. Dia kata dia nak tengok KLCC dari dekat dan bergambar di sana macam orang lain. Aku tanya kenapa KLCC, dia kata satu hari bila dia buka radio, dan pengacara bertanya tentang satu cita-cita yang tidak tersampaikan. Dan si pemanggil, seorang gadis mulus, dari suaranya, menjawab dia mahu ke KL dan tengok KLCC dari dekat. Dia kata dari situ dia dapat hasratnya dan entah kenapa, tapi dari nada suaranya, di stereo itu, aneh, seperti dia seorang yang sunyi, yang datang dari satu angkasa lain, jauh dari kita. Sangat jauh, sampai satu tahap suara gadis itu perlahan-lahan mengecil seperti seorang yang derhaka, ditimbusi laut. Dan bila pengacara memanggilnya (waktu ini dia tak pasti sama ada namanya Chakovi atau Chakov saja), gadis itu menyahut, tapi perlahan–ada tapi tiada, tiada tapi ada, seperti ada kereta api melintas, yang kita terpaksa tunggu beberapa minit kemudian hingga suaranya jelas.

Lepas itu, saya tanya. Lepas itu katanya, panggilan terputus. Dan saya dan pengacara, atau mungkin seribu pendengar lagi telah berkongsi satu perasaan yang sama; perasaan gadis itu. Dan tanpa tangguh, mereka terus memutarkan lagu Lana Del Rey yang meminta-minta seseorang supaya jangan biar dia mati, dan saya tidak pasti dengan yang lain (maksudnya pengacara dan mungkin seribu pendengar yang lain), tapi saya seperti dekat dengan gadis itu, di satu angkasa yang sama, di awangan tanpa sayap, namun kulit kami saling bersentuhan.

Hujan mulai turun, seperti yang aku dan dia sudah jangka. Dan dia tidak berganjak walau sedikit–masih memeluk lututnya dan matanya sedang melihat sesuatu, senyum, seperti hujan yang sekarang ini membasahi kami, sedang membina sebuah KLCC, betul-betul di depannya. Dan aku juga tidak berganjak, dan cuba melihat apa yang dia lihat.

This entry was posted in: Adventura, Fiksyen

by

s.k, tidak mempunyai cita-cita tinggi. Sekalipun ada, dia tidak akan menulisnya di laman sesawang atau memberitahu kamu. Beliau sukar diramal, seperti tulisan-tulisannya. Pernah katanya, waktu cerek air di atas dapur, jika kamu rasa cerita selepasnya adalah air cerek itu dituang ke mana-mana, ramalan kamu seperti bulu pelepah di atas pagar. Terlalu selesa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s